Zionis Sembur Air Najis Ke Masjid Al Aqsa

Sebaran :


Zionis Sembur Air Najis Ke Masjid Al Aqsa

Macam-macam cara digunakan Zionis untuk menghina Islam termasuk menyembur air najis di perkarangan Masjid Al Aqsa dan ke atas penduduk Palestin.

Tidak cukup dengan mengenakan pelbagai sekatan kepada umat Islam untuk menziarah dan melakukan ibadat di masjid ketiga suci, rejim Zionis menggunakan macam-macam cara untuk terus mencemarinya.

Dalam kejadian pada minggu lalu, pihak berkuasa Israel menyembur air kumbahan ke arah Bab Al Amud atau Damascus Gate yang menjadi salah satu pintu masuk ke masjid berkenaan.

Alasannya bagi melerai penduduk Palestin yang berkumpul di kawasan berhampiran.

Selain orang awam, semburan air najis itu turut menyasarkan wartawan yang berada di sekitar.

Sebelum ini, perbuatan yang sama juga dilakukan bagi melerai bantahan penduduk Shaikh Jarrah yang mempertahankan diri mereka selepas diserang pendatang Yahudi.

A video of Israeli security forces spraying the area in front of Damascus Gate by Jerusalem’s Old City went viral over social media on Sunday after it was shared by a journalist who claimed that the video depicted spraying “sewage” at the “gates to al-Aqsa to discourage and disburse Palestinians.”

Security forces that use skunk water claim that it is non-lethal and non-toxic. Yet high doses can have a lethal effect, and when it is fired from a water cannon, it is sprayed at extremely high pressure, which can cause serious injury.

Even a small spray of the skunk water leaves a stench on the skin for days. On clothes and in buildings the stench can last even longer.

Of course, the Israeli forces do not only use it to suppress protests; they also deploy it for collective punishment. Skunk trucks pass through Palestinian neighbourhoods spraying buildings in retaliation for local residents protesting Israeli occupation and apartheid.

Zionis Sembur Air Najis Ke Masjid Al Aqsa


Baca Artikel Menarik :

Layari Laman Facebook MYKMU


Parlimen perlu bersidang secepat mungkin – Agong


Sebaran :

Leave a Reply